Berita  

PERALIHAN PROFESI PETANI LADA MENJADI PETANI SAWIT DI BANGKA

YEYEN Mahasiswi Program Study Agribisnis Fakultas Pertanian Perikanan Dan Kelautan

Provinsi kepulauan bangka belitung
Ginewstv Invesy.com.

Bangka Belitung.Senin 17-11-2025.
Peralihan profesi ini adalah jalan alternatif petani lada untuk terus bertahan hidup dan menghidupkan kembali perekonomian meraka yang sempat redup diakibatkan harga lada yang tak sesuai dengan perjuangan dan usaha mereka.

Bangka adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan penghasilan Lada terbesar di dunia. Lada Bangka juga terkenal dengan Kualitas Unggul dimata pasar dunia. Lada Bangka mendapatkan predikat Unggul ini dibuktikan dengan kandungan piperin yang tinggi yaitu mencapai angka 9%, memiliki rasa yang khas, aroma yang menyengat, ukuran yang sama atau seragam, kebersihan yang baik, dan mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) untuk Muntok White Pepper (MWP). Jadi itulah alasan mengapa Lada Bangka dibeli dengan harga yang cukup tinggi dan terkenal dipasar global.

Namun, beberapa tahun terakhir Lada Bangka menghadapi tantangan besar yang mengancam keberlanjutan perekonomian dan keberlangsungan hidup petaniLada di Bangka. Hal ini terjadi dikarenakan penurunan harga lada dipasar dunia, perubahan iklim, dan persaingan dengan negara-negara besar lainnya yang membuat banyak petani lada mengalami kesulitan ekonomi. Dalam situasi ini, para petani Lada mencari jalan alternatif yaitu dengan cara beralih profesi. Tetapi peralihan profesi ini bukan hal yang udah untuk dilakukan oleh Masyarakat bangka. Hal ini membuat Masyarakat berpikir keras harus bagaimana dan apa yang mereka lakukan agar bisa terus hidup dan mengembalikan perekonomian mereka yang hampir redup dikarenakan penurunan harga lada dalam skala cukup besar.

Tetapi, pofesi apa yang bagus untuk menggantikan profesi masyarakat Bangka yang awal jadi petani Lada? Apakah cara ini akan efektif untuk Masyarakat Bangka lakukan? Selain itu pekerjaan apa yang cocok untuk dilakukan di tanah bangka yang kurang subur dan banyak kehilangan Unsur Hara tanahnya? Itulah yang ada dibenak para petani Lada di Bangka saat itu. Mari kita bahas !!!

Setelah masyarakata cari tahu tentang tanaman apa yang bisa hidup dalam keadaan tanah yang tidak subur yaitu sawit, yaa sawit atau kelapa sawit. Kelapa sawit termasuk kedalam golongan tanaman Perkebunan tahunan dan secara botani tergolong dalam Famili Arecaceae atau palem-paleman. Kelapa sawit juga memiliki adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya, kelapa sawit bisa hidup dalam keadaan tanah yang kurang subur bahkan dipasir atau tanah yang gersang pun tidak menghalangi sawit untuk tumbuh subur, bahkan sawit bisa tumbuh ditanah yang meiliki kandungan air yang tinggi atau disebut rawa-rawa.

Maka dari itu, petani Lada memilih untuk beralih Profesi menjadi petani sawit. Namun, hal ini bukan mudah untuk dilakukan mereka sebagai petani Lada untuk memulai awal sebagai petani Sawit. Petani Lada perlu dilatih dan dibekali pengetahuan serta keterampilan baru tentang mengelola sawit. Setelah mengetahui tentang Sawit mereka pun mulai menjalankannya tugas sebagai petani sawit. Hal ini sedikit membuat mereka sedikit senang karena seperti yang kita ketahui sawit memiliki harga stabil dan bisa tumbuh dalam keadaan tanah yang kurung subur.

Faktor-faktor yang mempengaruhi petani untuk beralih profesi dari lada kesawit yaitu Turunnya Harga Lada di Pasar Global, Perubahan Iklim yang Tidak Menentu, Persaingan Pasar Global yang Pesat, Harga Sawit yang Relatif Stabil, Kemampuan Sawit yang mudah untuk di Budidayakan Serta Perawatan yang Tidak Sesusah Merawat Lada. Jadi, itulah alasan mengapa petani Lada lebih memilih mengganti Lada dengan Sawit dibandingkan mengganti dengan tanaman atau profesi petani lainnya.

Ginewstv Investigasi.com.(Fauad)