Kerinci ginewstvinvestigasiinews.com : Hujan yang tak kunjung reda sejak pagi membuat Lapangan Koto Periang basah dan licin, namun tidak menyurutkan semangat ribuan guru dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN), Senin (17/11/2025). Meski cuaca tak bersahabat, para peserta tetap berdiri tegak hingga rangkaian acara selesai.
Sorotan peserta upacara tertuju pada Bupati Kerinci, Monadi, yang memilih berdiri di bawah guyuran hujan tanpa pelindung. Sikap itu membuat banyak guru terkesan, terlebih ketika dalam amanatnya ia menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan sosial, digitalisasi, serta tuntutan pembelajaran abad ke-21.
“Kepada seluruh guru, saya ingin menegaskan, langkah kita tidak boleh hanya berhenti pada transfer pengetahuan. Kita harus menjadi teladan karakter, penjaga akhlak, dan navigator teknologi bagi generasi muda. Masa depan tidak menunggu, dan tugas kita adalah memastikan anak-anak Kerinci siap menjemputnya,” tegas Monadi.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci itu juga menekankan pentingnya inovasi pembelajaran di sekolah. Menurutnya, guru harus diberikan ruang untuk berkreasi tanpa terhambat birokrasi yang tidak perlu.
“Saya minta guru-guru terus mengembangkan metode belajar yang relevan. Jangan terjebak pada pola lama. Pemerintah daerah akan mendukung penuh itu,” ujarnya.
Dalam arahannya, Monadi menyampaikan tiga fokus pembenahan pendidikan di Kerinci: penguatan literasi dasar, pembentukan karakter, dan kesiapan menghadapi ekonomi baru. Ia mengingatkan bahwa Kerinci tidak boleh tertinggal di tengah percepatan transformasi digital dan modernisasi sektor pertanian.
“Kerinci punya potensi besar, dan generasi mudanya harus disiapkan bukan hanya untuk mencari kerja, tetapi menciptakan peluang. Itu dimulai dari guru,” tuturnya.
Meskipun seluruh peserta upacara basah kuyup, suasana khidmat tetap terasa. Monadi bahkan menyebut kondisi itu sebagai simbol keteguhan para guru dalam mengabdikan diri.
“Di tengah derasnya hujan ini, saya melihat keteguhan hati. Dari keteguhan itulah masa depan pendidikan Kerinci dan Jambi akan tumbuh. Selamat Hari Guru Nasional. Teruslah menjadi pelita, bahkan ketika langit sedang gelap,” tutupnya.
Apendi Yahya












