Mandailing Natal 21/11/2025 Global Investigasi News.com
Imam Alfikri sosok pemuda yang sangat peduli akan lingkungan dan sosial terjun ke dunia Jurnalistik, adalah Aktivis Kepemudaan, hingga Menjadi Kepala Desa Sinunukan III
Siapa Imam Afikri yang kini duduk sebagai Kepala Desa Sinunukan III Kecamatan Sinunukan Imam Afkiri, yang akrab disapa Mbah Imam Sinunukan, dikenal luas sebagai tokoh pemuda yang aktif dalam dunia organisasi dan pergerakan masyarakat.
Jejak pengabdiannya tidak muncul tiba-tiba, tetapi merupakan hasil perjalanan panjang yang ia bangun sejak masa pendidikannya hingga kini ketika dipercaya masyarakat sebagai Kepala Desa Sinunukan III, Kecamatan Sinunukan.
Berbeda dengan sebagian oknum yang baru mengurus identitas kewartawanan setelah menjabat untuk kepentingan tertentu, Imam Afkiri justru telah lama mengukir perjalanan sebagai wartawan profesional, hingga saat ini jemari tangan nya tak henti untuk menulis.
Ia bukan wartawan dadakan—rekam jejaknya di dunia jurnalistik telah dimulai sejak tahun 2008 di Semarang, ketika ia mengikuti berbagai diklat dan pelatihan jurnalistik.
Karier jurnalistiknya terus berkembang. Imam tercatat pernah menjadi:
Wartawan/Kabiro Mandailing Natal BN News Investigasi (2011)
Wartawan Berita Nasional Teliksandi, Biro Sumatera Utara (2023).
Kabiro Mandailing Natal Buser Bayangkara74 (2024)
Wartawan Nasional Media Salamolahraga (2022)
Dan kini beliau menjadi Pemimpin Redaksi Media Sinunukan.com, media lokal yang ia dirikan sendiri pada tahun 2025, selain berkiprah di media massa, Imam juga aktif mengelola blog dan berbagai platform digital untuk menampung karya tulisnya, sebagai khas darah jurnalis nya, dimana beliau selalu saja berbagi cerita kepada awak media Gi news.com.
Bercerita kisah bagaimana Ia milai dikenal memiliki kemampuan menulis yang kuat, kemampuan yang ia pelajari secara otodidak sejak kecil dari pamannya—berawal dari mesin ketik 10 jari hingga komputerisasi modern.
Beliau juga menyampaikan kepada awak media Gi news bahwa kepala desa hukum dan aturan, kepala desa tidak dilarang menjadi wartawan dadakan, namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti kode etik jurnalistik dan konflik kepentingan.
Sebagai kepala desa, memiliki peran sebagai pemimpin dan pengambil keputusan di desa, sedangkan sebagai wartawan, Anda harus netral dan objektif. Jadi, apakah Anda memiliki pengalaman di bidang jurnalistik atau hanya ingin mencoba menjadi wartawan dadakan, tutup Kepala Desa yang berdarah Jurnalis satu ini saat berbincang dengan Penomena Wartawan dadakan (MO)












