HALMAHERA SELATAN- Suasana Desa Wayaloar, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), memanas setelah ratusan warga menggelar aksi besar-besaran menuntut pemerintah daerah segera mengembalikan Zeth Daeng sebagai Kepala Desa definitif. Aksi ini menjadi bentuk protes terbuka terhadap keberadaan Penjabat (Pj) Kepala Desa yang dinilai tidak mampu menjalankan pemerintahan desa secara maksimal.
Aksi massa berlangsung pada pagi hingga siang hari, di mana ratusan warga berkumpul di depan kantor desa sambil membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Mereka menyuarakan agar pemerintah kabupaten segera mengambil keputusan untuk mengganti Pj Kepala Desa dan mengembalikan Zeth Daeng demi keberlangsungan pemerintahan serta pembangunan desa.
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa selama Zeth Daeng menjabat sebagai kepala desa definitif, berbagai program pembangunan berjalan baik dan pelayanan publik lebih tertata. Warga juga menilai hubungan sosial antar masyarakat tetap harmonis berkat pendekatan kepemimpinan Zeth yang dinilai inklusif.
“Kami masyarakat Wayaloar meminta agar Pj Kepala Desa segera dicopot, dan Zeth Daeng dikembalikan memimpin desa. Kami merasakan langsung pembangunan dan pelayanan berjalan lebih stabil di bawah kepemimpinan beliau,” teriak salah satu orator di tengah aksi.
Tidak hanya itu, warga menilai keberadaan Pj Kepala Desa saat ini justru memunculkan ketegangan baru. Sejumlah pelayanan administratif dianggap berjalan lambat, sementara beberapa program desa terkesan mandek. Kondisi ini semakin memperkuat desakan masyarakat agar pemerintah segera merespons serius tuntutan tersebut.
Aspirasi ratusan warga ini disebut sebagai suara murni masyarakat, bukan dorongan dari pihak tertentu. Warga mengaku aksi ini dilakukan demi kelancaran roda pemerintahan desa, keberlanjutan pembangunan, serta menjaga suasana sosial di Wayaloar tetap kondusif.
Salah satu tokoh masyarakat menambahkan bahwa pemerintah kabupaten seharusnya mempertimbangkan rekam jejak kepemimpinan Zeth Daeng yang dinilai berhasil membawa perubahan signifikan di Wayaloar.
“Pemerintah jangan tutup mata. Jika masyarakat sudah bersuara seperti ini, berarti ada persoalan yang harus segera ditindaklanjuti. Kami ingin desa kami kembali stabil seperti dulu,” ujarnya.
Meski aksi berlangsung dengan massa yang besar, unjuk rasa ini berjalan aman dan tertib. Warga memastikan bahwa seluruh tuntutan disampaikan secara damai sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip demokrasi dan aturan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan pengembalian Zeth Daeng sebagai Kepala Desa definitif. Warga pun menegaskan akan terus memperjuangkan aspirasi mereka hingga mendapat jawaban yang jelas dari pemerintah daerah..
Kabiro Halsel.
(Alimudin)












