Berita  

Guna Akuntabilitas Informasi Publik Perhutani KPH Bondowoso Junjung Transparansi melalui Sinergi Strategis Bersama Media

Bondowoso Global
Temu kangen yang diselenggarakan oleh pihak Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso sebagai ajang rembuk rasa bagaimana menyikapi kedepannya sebagai agenda strategis komunikasi publik bersama Awak Media di penghujung Tahun 2025.
Kegiatan ngopi bareng awak media pada 29/12 mengusung tema Sinergi Perhutani – Media sebagai Sarana Instrumen Transparansi Informasi Publik, acara yang berlangsung gayeng ini bertempat di wilayah kerja KPH Bondowoso.
Dalam memperkuat tata kelola komunikasi publik yang berorientasi pada prinsip transparansi, berdasarkan institusi Perum Perhutani yakni, akuntabilitas, partisipasi, serta keterbukaan informasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Sebagai salah satu aktor kunci/corong dalam ekosistem demokrasi peran Media yang berfungsi sebagai kanal diseminasi informasi, sarana edukasi publik, serta instrumen pengawasan sosial terhadap kinerja lembaga publik.
Pihak Perhutani KPH Bondowoso di kegiatan urun rembuk/ bincang ringan tidak kurang dari 30 insan media dihimpun, yang beroperasi di wilayah Tapal Kuda, meliputi media cetak, media daring (online), serta media televisi. Keberagaman platform media yang hadir mencerminkan pendekatan inklusif Perhutani dalam membangun kemitraan komunikasi lintas sektor, guna memastikan informasi kehutanan dapat tersampaikan secara luas, objektif, dan berimbang kepada masyarakat.
Misbakhul Munir, Administratur Perum Perhutani KPH Pemangku Utama di Bondowoso dalam memaparkan, bahwa sinergi antara Perhutani dan media merupakan elemen fundamental dalam mewujudkan tata kelola kehutanan yang berlandaskan prinsip good governance. Ia menjelaskan bahwa transparansi informasi publik tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk membangun legitimasi sosial dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan sumber daya hutan negara.
“media sebagai mitra strategis dalam penyebarluasan informasi berimbang yang faktual, akurat, dan edukatif. ” ujarnya.
Lebih jauh menjelaskan “dengan komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan, kami berupaya meningkatkan akuntabilitas kelembagaan serta mendorong partisipasi publik dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan,” jelas Misbakhul Munir.
Institusional atas kontribusi media dalam mendukung diseminasi informasi dan pembangunan opini publik yang konstruktif, sebagai bentuk pengkuan yang diberikan pihak Perhutani KPH Bondowoso memberikan piagam penghargaan kepada 20 media yang dinilai aktif, konsisten, dan profesional dalam pemberitaan.
Sementara itu, Suwaris, perwakilan dari media cetak Harian Pagi Memo X, menyampaikan bahwa forum dialog informal ini memiliki nilai strategis dalam memperluas pemahaman insan pers terhadap kompleksitas pengelolaan kehutanan. Menurutnya, akses langsung terhadap informasi dan klarifikasi dari pemangku kebijakan memungkinkan media menyajikan pemberitaan yang lebih komprehensif, kontekstual, dan berbasis data empiris.
“Kegiatan seperti ini sangat relevan untuk membangun komunikasi dua arah antara institusi publik dan media, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan berorientasi pada kepentingan publik,” ungkap Suwaris.
Dalam hal kegiatan bincang ringan copy bareng yang diadakan pihak Perum Perhutani KPH Bondowoso 29/12/2025 sebagai perjalanan akhir tahun menuju awal 2026, yang sehubungan tidak dapat menghadiri dalam acara tersebut, pihak dari perwakilan Media Global Investigasi news memberikan Apresiasi kepada Perum Perhutani KPH Bodowoso ” smoga kedepan lebih bersinergitas Transparan Akuntabilitas berharap dapat terus meningkatkan kualitas hubungan kelembagaan dengan media massa sebagai mitra strategis dan semoga dibawah Kepemimpinan Misbakhul Munir sosok sederhana nan bersahaja serta elegan senantiasa membawa Perum Perhutani Bondowoso menuju jaya, “celoteh 117. (117)