Berita  

Adi Chandra, S.Kom Pengelola Dapur MBG Sesalkan Pemberitaan Tak Berimbang Terhadap Aliran Limbah dari Gedung SPPG Karang Agung.

Adi Chandra,s.kom pengelolah dapur makanan gizi gratis (MBG) Sesalkan pemberitaan yang tak berimbang terhadap aliran limbah dari gedung satuan pelayanan pemenuhan gizi karang agung.

Muara Enim 31 Desember 2025
Di lansir dari laman berita online *”
Prihal keluhan masyarakat terhadap aliran limbah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beralamatkan desa karang agung kecamatan Lubai ulu, dalam berita tersebut dengan gamblang menyebutkan, bahwasanya pengelolaan dapur makanan bergizi gratis,Seolah-olah mengabaikan keluhan masyarakat sekitar, serta pemilik tanah yang bersentuhan langsung di aliran pembuangan limbah cair kegiatan dapur (MBG ) ketika melakukan, rutinitas kegiatan mencuci peralatan makan bergizi gratis.

Terkait hal tersebut, bapak Adi Chandra,s.kom selaku pengelola kegiatan (MBG), ketika di temui awak media menuturkan,
Konflik air limbah cuci alat MBG sebenarnya sudah di tengahi oleh pemerintah desa karang agung dan sebagai pengelola, saya sudah beberapa hari menunggu di panggil pemerintah desa karang agung untuk di mediasi dengan pemilik tanah yang berada di aliran limba tersebut ( bapak Sutris) namun alih alih terjadi mediasi terlebih dahulu mala , muncul berita tentang air limbah tersebut .yang seakan-akan dalam berita itu, saya tidak bertanggung jawab dan seratus persen saya di vonis bersalah ” dan tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan saya sebelum menerbitkan berita ( tuturnya)

Di selah konfirmasi dengan bapak adi Chandra,s.kom awak media tak lupa menanyakan, apa saja yang telah di lakukan” untuk penanggulangan limbah tersebut, serta apa saja upaya untuk tidak merugikan masyarakat yang dekat dengan kegiatan dapur (MBG). menurut bapak Adi Candra yang telah di lakukan “dengan sigap merespon keluhan masyarakat,Salah satu nya perwakilan masyarakat sempat meminta agar aliran limbah tersebut tidak melewati tanah masyarakat serta menghindari pencemaran air sumur dengan cara pemasangan pipa paralon dan sewaktu itu keinginan tersebut langsung saya respon dengan tidak keberatan saya mengeluarkan sejumlah uang
(5000000 )untuk pembelian matrial yang di terima langsung oleh perwakilan masyarakat. namun sangat di sayangkan realisasi kegiatan tersebut belum di laksanakan dan saya tak tau apa penyebabnya . adapun mengenai tanam tumbuh yang mati seperti yang di sebutkan dalam kolom berita tersebut, saya bertanggungjawab apabila penyebab nya sudah jelas serta transparan, pada intinya mari kita cek bersama tentang matinya tumbuhan tersebut,,,,,,,,, (tegasnya)

Sementara itu untuk mendapatkan keterangan dari kepala desa karang agung kecamatan Lubai ulu terkait prihal limbah (MBG) belum bisa di hubungi, ada kemungkinan sedang sibuk.dengan terbitnya berita ini di harapkan agar kiranya,permasalahan ini dapat di selesaikan dengan kepala dingin serta tidak merugikan di antara kedua belah pihak.

(Yadin Haryanto)