Berita  

Tutup Festival Saruma 2025, Bupati Halsel Basam Kasuba Ajak Masyarakat Tinggalkan 2025 dan Songsong 2026 dengan Semangat Agromaritim.

Halmahera Selatan – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan secara resmi menutup rangkaian kegiatan Festival Saruma 2025 yang telah berlangsung selama dua hari berturut-turut, sejak Senin hingga Selasa (29–30 Desember 2025). Penutupan festival digelar pada Selasa malam dalam suasana meriah, penuh nuansa budaya, kebersamaan, serta refleksi akhir tahun menjelang pergantian Tahun Baru 2026.

Penutupan Festival Saruma dilakukan langsung oleh Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Basam Kasuba, didampingi Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, Sekretaris Daerah Safiun Rajulan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Halmahera Selatan, Dandim, Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan, Ketua Pengadilan Negeri Labuha, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Basam Kasuba mengajak seluruh masyarakat Halmahera Selatan untuk menjadikan momentum penutupan Festival Saruma sebagai ruang refleksi bersama atas perjalanan satu tahun penuh yang telah dilalui.

“Tanpa terasa kita akan melangkah dan meninggalkan tahun 2025 untuk menuju tahun 2026. Banyak peristiwa, tantangan, serta pencapaian yang telah kita lewati bersama. Semua itu menjadi bagian penting dari perjalanan kita sebagai satu keluarga besar masyarakat Halmahera Selatan,” ungkap Basam.

Ia menegaskan bahwa seluruh dinamika yang terjadi sepanjang tahun 2025, baik suka maupun duka, merupakan bagian dari proses pembelajaran bersama dalam membangun daerah.

“Apa yang kita jalani bersama ini akan menjadi catatan sejarah dan fondasi penting untuk melangkah lebih baik ke depan,” tambahnya.

Bupati Basam juga menyampaikan harapan besar agar di tahun yang akan datang, masyarakat Halmahera Selatan senantiasa mendapatkan keberkahan, kekuatan, serta petunjuk dari Allah SWT dalam setiap langkah pembangunan.

“Mudah-mudahan dengan keberkahan dan rahmat Allah SWT, kita semua diberikan kekuatan dan kemampuan untuk terus melangkah maju serta memberikan kontribusi terbaik bagi Negeri Saruma yang kita cintai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Basam Kasuba mengungkapkan rasa bahagianya karena Festival Saruma kembali digelar dan mendapat antusiasme besar dari masyarakat. Menurutnya, festival ini bukan sekadar agenda hiburan, melainkan wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Halmahera Selatan.

“Saya sangat bahagia karena malam ini kita bisa menyaksikan bersama rangkaian Festival Saruma yang dibuka sejak Senin sore, 29 Desember, dan malam ini menjadi malam penutupan. Namun perlu saya sampaikan bahwa ini bukan akhir dari seluruh agenda akhir tahun kita,” kata Basam.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akhir tahun akan berlanjut pada Rabu, 31 Desember 2025, hingga malam pergantian tahun dengan agenda besar Rekor MURI makan 2.490 porsi edak atau gohu, makanan khas Halmahera Selatan.

“Agenda ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan kuliner khas daerah kita kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Menurut Basam, promosi budaya melalui festival dan kegiatan kolosal seperti Rekor MURI menjadi langkah penting untuk mengangkat nama Halmahera Selatan di tingkat nasional bahkan internasional.

“Ini adalah bagian dari perkenalan budaya kita. Kita ingin menunjukkan bahwa Halmahera Selatan, Negeri Saruma, memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan patut dipromosikan sebagai bagian dari kekayaan lokal yang bernilai tinggi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti berbagai penampilan seni yang ditampilkan selama Festival Saruma, khususnya tarian kolaborasi dengan koreografi yang mengangkat tema agromaritim.

“Kita menyaksikan tarian kolaborasi yang luar biasa, yang menggambarkan kekayaan alam kita, mulai dari potensi bahari hingga potensi agromaritim yang selama ini menjadi nilai penting dalam kehidupan masyarakat Halmahera Selatan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa penampilan tersebut tidak hanya menyuguhkan keindahan seni, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang harmonisasi antara manusia, alam, dan budaya.

Selain itu, Basam menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat nilai kebersamaan yang dibangun dari rasa kasih sayang, romantisme sosial, serta hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.

“Kebersamaan yang kita bangun harus lahir dari rasa kasih sayang dan kekeluargaan. Inilah filosofi Saruma yang menjadi fondasi pembangunan sosial di Halmahera Selatan,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Basam Kasuba kembali menegaskan bahwa Agromaritim merupakan visi utama pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan. Ia menyebut bahwa potensi kekayaan alam daerah harus dikelola secara berkelanjutan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Program Agromaritim yang telah kita canangkan sangat penting. Ini menjadi titik fokus pembangunan daerah untuk mendorong potensi kekayaan alam yang kita miliki, baik di sektor kelautan maupun pertanian,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ketergantungan pada sumber daya yang terbatas dan tidak berkelanjutan tidak bisa menjadi andalan masa depan daerah.

“Kita tidak bisa bergantung selamanya pada sumber daya yang memiliki keterbatasan waktu. Karena itu, nilai-nilai penting yang kita miliki harus terus kita dorong agar menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” tegas Basam.

Bupati berharap semangat Agromaritim dapat memunculkan energi baru di kalangan generasi muda untuk kembali ke daerah, mengelola potensi lokal, dan membangun Halmahera Selatan dari desa hingga pusat kota.

“Dengan semangat Agromaritim, saya berharap generasi muda bisa kembali ke habitatnya, kembali ke asalnya, dan bersama-sama membangun daerah ini melalui filosofi Saruma,” ujarnya.

Pada bagian akhir sambutannya, Bupati Basam Kasuba menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pembangunan. Namun kami yakin, dengan kolaborasi dan kerja sama semua pihak, harapan dan cita-cita masyarakat Halmahera Selatan dapat kita capai secara bertahap,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan telah menerapkan pendekatan pembangunan berbasis zonasi agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu proyek strategis yang disoroti Basam adalah pembangunan akses jalan dari Kecamatan Bacan menuju Kecamatan Bacan Barat yang telah rampung pada tahun 2025.

“Alhamdulillah, akses jalan Bacan–Bacan Barat telah tuntas di tahun 2025. Ke depan, kita akan terus membuka akses transportasi di seluruh wilayah Halmahera Selatan agar pertumbuhan ekonomi semakin optimal dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Festival Saruma 2025 pun resmi ditutup dengan penuh semangat persatuan, optimisme, dan harapan baru, menjadi simbol kuat kesiapan masyarakat Halmahera Selatan menyongsong Tahun 2026 dengan semangat Agromaritim dan filosofi Saruma sebagai landasan pembangunan daerah..

Kabiro Halsel.
(Alimudin)