Aceh Singkil, 05 January 22025
Globalinvestihasinews
Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, SH kembali menunjukkan komitmennya sebagai Pemimpin yang tegas sekaligus merakyat dalam Apel Gabungan Perdana ASN dan Aparatur Kampung Lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, yang digelar pada Senin, (05/01/26).
Di hadapan ribuan ASN, PPPK, PPPKPW dan Aparatur Kampung, Keuchik, Imeum Mukim, serta jajaran Pemerintahan Daerah, Bupati Safriadi menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum perubahan nyata, bukan sekadar rutinitas tahunan tanpa peningkatan kinerja.
“Disiplin, integritas, dan profesionalisme adalah harga mati.
Pemerintah harus benar-benar hadir untuk rakyat, cepat, tepat, dan tidak boleh abai,” tegas Safriadi Oyon dalam amanatnya.
Sebagai pemimpin yang dekat dengan denyut nadi masyarakat, Bupati Safriadi secara terbuka mengingatkan seluruh ASN dan PPPK agar tidak bekerja setengah hati.
Ia menyoroti langsung keluhan masyarakat terkait aparatur yang hanya mengejar absensi tanpa kontribusi nyata.
Menurutnya, Aceh Singkil membutuhkan aparatur yang bekerja dengan hati, bukan sekadar menghitung jam kerja.
Bupati Safriadi juga mengaitkan peningkatan kinerja Aparatur dengan pengalaman pahit bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh Singkil pada November 2025 yang lalu.
Ia menekankan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting agar pemerintah lebih sigap, responsif, dan berpihak kepada keselamatan serta kesejahteraan rakyat.
Tidak hanya tegas kepada ASN dan PPPK, Bupati Safriadi turut mengajak para keuchik, Imeum Mukim, dan Aparatur Kampung untuk menjadi garda terdepan pelayanan publik, menjaga etika, kedisiplinan, serta membangun kepercayaan Masyarakat di tingkat akar rumput.
Dalam suasana efisiensi anggaran, Bupati Safriadi kembali menunjukkan kepemimpinannya yang berpihak pada kepentingan rakyat dengan menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran harus berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar indah di laporan, namun kosong di lapangan.
“Saya tidak mencari popularitas.
Saya ingin perubahan nyata.
Jabatan adalah amanah, pekerjaan adalah pengabdian, dan pelayanan kepada rakyat adalah ibadah,” ujar Bupati Safriadi.(*)












