BANJARBARU — Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Nining Hendasah, menghadiri undangan Peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang digelar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026) siang.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, para kepala daerah dari seluruh Indonesia, serta ribuan guru, siswa, dan tenaga kependidikan. Hingga saat ini, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat telah beroperasi sejak tahun 2025. Pemerintah pusat juga berencana membangun 104 Sekolah Rakyat permanen, dengan target peningkatan hingga 200 titik pada tahun 2027.
‘Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok terpinggirkan.
“Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan tidak dipungut biaya. Program ini sudah memberi manfaat nyata bagi banyak siswa,” ujar
Presiden Prabowo.
Presiden juga menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama, di mana seluruh biaya pendidikan, fasilitas, dan kebutuhan siswa sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.
“Syarat masuknya harus berasal dari keluarga miskin. Saya ingin mengubah nasib mereka. Jangan sampai bapaknya pemulung, tukang becak, atau buruh, lalu anaknya tidak bisa lebih maju dan sukses,” tegasnya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat APKASI, menyampaikan dukungan penuh terhadap program unggulan Presiden tersebut.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan menciptakan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan berkualitas, fasilitas maksimal, dan pembiayaan penuh dari pemerintah,” tutur Kang DS.
Sebagai bentuk kesiapan daerah, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyiapkan lahan di wilayah Pacira untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Sementara menunggu pembangunan fisik, kegiatan belajar mengajar telah lebih dulu berjalan di beberapa lokasi.
“Kegiatan pembelajaran sementara dilaksanakan di eks Gedung KONI Kabupaten Bandung, rumah singgah siswa, serta Gedung Mess Atlet di Kompleks SOR Si Jalak Harupat,” jelasnya.
‘Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Bandung dan Kepala Dinas Sosial di Banjarbaru merupakan undangan langsung dari Presiden RI.
“Bupati Bandung menjadi salah satu kepala daerah yang konsisten mendukung program Presiden, mulai dari MBG, KDMP, hingga Sekolah Rakyat,” ungkap Teguh.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, sekaligus mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas.’Tutupnya.’












