KENDAL – GLOBALNNESTIGASI GINEWS TV Parkir liar dump truk tambang galian C di Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, perbatasan Kota Kendal–Semarang, terungkap menjadi biang penyebab utama tumpukan lumpur di jalan raya yang memicu kecelakaan lalu lintas. Pemerintah Kabupaten Kendal menegaskan seluruh titik parkir liar tersebut akan ditutup.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama jajaran dinas terkait di lokasi, Senin (12/1/2026).
Wabup turun langsung mengecek kondisi jalan yang tertutup lumpur serta area parkir dump truk yang disinyalir tidak sesuai peruntukan.
Benny menyebut, Pemkab Kendal telah berulang kali melakukan pembersihan lumpur di ruas jalan tersebut. Namun lumpur kembali muncul karena berasal dari area parkir liar truk tambang yang posisinya lebih tinggi dari badan jalan dan belum dilakukan pengecoran.
“Prinsipnya jalan utama harus bersih dari lumpur karena membahayakan pengguna jalan. Di awal Januari ini tercatat tujuh kecelakaan lalu lintas, tiga di antaranya terjadi di Sumberejo dan dua korban meninggal dunia,” tegas Benny.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, lumpur berasal dari sedikitnya tiga titik parkir liar truk tambang. Pemkab Kendal akan menutup seluruh titik tersebut, melakukan penyemprotan air (water trap), membersihkan jalan, serta memperbaiki saluran drainase di sekitar lokasi.
Benny juga memastikan para penambang dilokasi tersebut akan dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban.
“Mulai Senin besok akan diterapkan larangan parkir. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian. Jika masih bandel, nomor truk akan dicatat, dilaporkan, dan tidak boleh lagi mengambil material dari lokasi ini,” ujarnya.
Dari data di lapangan diketahui akses jalan tambang di Desa Sumberejo dibangun oleh PT Hotel Candi Baru (HCB). Namun, jalan tersebut juga digunakan oleh dua perusahaan tambang lainnya.
Perwakilan PT Hotel Candi Baru (HCB), Aan Tawli, menyatakan pihaknya siap membantu penanganan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Yang beroperasi bukan hanya PT HCB. Ada dua tambang lain yang baru beroperasi sejak Juni 2025. Untuk mengatasi persoalan ini, kami siap membantu melalui program CSR,” ujarnya. (*)












