KENDAL – GLOBALNNESTIGASI GINEWS TV ,Bupati Kendal Bu Hj Dyah Kartika Permanasari S.E M,M menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kendal dalam memperkuat sektor industri daerah, khususnya melalui pengembangan UMKM dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Hal itu dikatakan saat menerima kunjungan kerja Ketua DPD RI Sultan Bahlil Baktiar Najamudin bersama Komite IV DPD RI di Politeknik Furniture Kawasan Industri Kendal (KIK), Senin (26/1/2026).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Perubahan atas UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
Dyah Kartika menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada jajaran DPD RI, seraya menilai forum tersebut sebagai momentum strategis untuk menyerap aspirasi daerah. “Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai ruang dialog antara pusat dan daerah untuk memperkuat kebijakan perindustrian,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Dyah Kartika memaparkan bahwa struktur industri di Kabupaten Kendal masih didominasi oleh industri kecil dan menengah.
Dari total 28.252 unit industri, sebanyak 28.059 unit merupakan industri kecil, 15 unit industri menengah, dan 178 unit industri besar, dengan 136 unit berada di Kawasan Industri Kendal dan 42 unit di luar kawasan. “Ini menunjukkan UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” katanya.
Bupati menyebutkan, capaian investasi Kabupaten Kendal hingga tahun 2025 menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah. Total investasi yang masuk mencapai Rp187,05 triliun, dengan realisasi investasi oleh seluruh tenant sebesar Rp95,57 triliun.
Menurutnya, keberadaan KIK memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kendal. “Investasi ini tidak hanya angka, tetapi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Dyah.
Dari sisi ketenagakerjaan, Dyah Kartika menyampaikan bahwa proyeksi penyerapan tenaga kerja hingga 2025 mencapai 76.559 orang. Namun, realisasi tenaga kerja yang telah terserap baru mencapai 40.007 orang. “Ke depan kami terus mendorong agar penyerapan tenaga kerja lokal bisa lebih optimal,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah sebagai faktor utama dalam menciptakan iklim investasi yang aman dan nyaman bagi investor.
Menurutnya, stabilitas sosial dan keamanan daerah merupakan prasyarat utama keberlanjutan industri. “Kondusivitas daerah adalah kunci agar investor merasa aman dan nyaman berusaha di Kendal,” katanya.
Dyah Kartika juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi UMKM di Kendal, antara lain keterbatasan permodalan, kualitas sumber daya manusia, manajemen usaha, serta akses pasar dan pemanfaatan teknologi digital.
“Penguatan SDM dan akses pasar menjadi pekerjaan rumah yang terus kami dorong,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Kawasan Industri Kendal Didik Purbadi menjelaskan bahwa KIK terus melakukan percepatan inovasi dan pembenahan sejak berdiri pada 2016 melalui kerja sama dengan Singapura.
“Saat ini KIK telah menyerap sekitar 80 ribu tenaga kerja dan menjadi motor penggerak ekonomi Jawa Tengah,” jelas Didik.
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyatakan bahwa Kawasan Industri Kendal menjadi salah satu model percontohan nasional dalam penyusunan DIM RUU Perindustrian.
Menurutnya, pendekatan investasi yang pro-ekosistem dan pro-lingkungan merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi.
“Kendal menjadi contoh bagaimana investasi dapat mendorong ekonomi daerah dan berkontribusi bagi Jawa Tengah dalam waktu kurang dari sepuluh tahun,” pungkasnya.












