Berita  

“Pimpinan Pondok Pesantren Al. Khoer, KH. Khoerul Huda, BA Peringati Isra Mi’raj 1447H Dengan Tema Penguatan Shalat Yang Menyelamatkan dan Akhlak yang Menghidupkan ?!”

Bandung – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad.SAW 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat ibadah salat Wajib lima waktu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Khoer.Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, pada Minggu 01 Februari 2026.

Kegiatan tersebut hadir langsung
Kapolsek Solokan jeruk Iptu Fathan Malisi. S.H.dan unsur pemerintahan desa, tokoh masyarakat ,tokoh agama serta Jamaah Pondok Pesantren Al.Khoer.Desa Rancakasumba.

Dalam Kesempatannya Pimpinan Pondok Pesantren Al.Khoer KH. Khoerul Huda, B.A., dalam tausiyahnya di hadapan jamaah menegaskan pentingnya penguatan ibadah salat lima waktu, khususnya di bulan Rajab sebagai persiapan spiritual menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan yang penuh kebahagiaan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Ia menjelaskan bahwa bulan Rajab merupakan satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah.SAW. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh karena pahalanya dilipatgandakan, serta menjauhi perbuatan dosa yang dapat membawa dampak lebih berat.

Lebih lanjut, KH.Khoerul Huda menguraikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan mukjizat luar biasa yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah kehidupan manusia.

“Dalam peristiwa tersebut, Rasulullah SAW.menerima perintah salat secara langsung dari Allah SWT tanpa perantara, yang menegaskan bahwa salat adalah ibadah utama dan menjadi tiang agama bagi umat Islam,” tuturnya.

Menurutnya, Isra Mi’raj juga mengajarkan keseimbangan antara iman dan akal, serta menjadi bukti bahwa pertolongan Allah SWT senantiasa hadir di tengah ujian dan kesulitan. Oleh karena itu, momentum Isra Mi’raj hendaknya dijadikan sarana introspeksi diri, khususnya dalam menjaga konsistensi salat dan meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.

Menutup tausiyahnya, KH.Khoerul Huda bersama tiga putra terbaiknya yang tergabung dalam Trio WAW, yakni Ustaz Wawan, Ustaz Aang, dan Ustaz Cep Wilson, mengajak masyarakat dan jamaah untuk menjadikan bulan Rajab sebagai ajang persiapan menyambut Ramadan dengan memperkuat ibadah, menjaga persatuan, serta menciptakan suasana yang aman dan damai di tengah masyarakat.

Ia berharap keberkahan bulan Rajab dapat membawa kebaikan dan rahmat bagi seluruh umat Islam.

Kegiatan peringatan Isra Mi’raj tersebut diakhiri dengan doa bersama dan dzikir, sebagai ungkapan rasa syukur serta permohonan ampunan kepada Allah SWT, seraya memohon keselamatan lahir dan batin serta kekhusyukan dalam menjalankan ibadah.Tutupnya.”