“KESULITAN DALAM HAL AKSES MATA KULIAH, MLKI SULBAR DAN MAHASISWA PENGHAYAT KEPERCAYAAN DI UNSULBAR KEMBALI MELAKUKAN AUDIENSI DENGAN REKTOR”

Majelis luhur kepercayaan Indonesia,(MLKI sulbar) bersama dengan mahasiswa penghayat kepercayaan yang ada di universitas Sulawesi Barat kembali melalukan audiensi dengan rektor Unsulbar terkait permasalahan akses mata kuliah oleh mahasiswa penghayat kepercayaan. Pada pertemuan tersebut, rektor Unsulbar menjelaskan beberapa permasalahan sehingga mata kuliah penghayat kepercayaan belum bisa diakses di sistem akademik Unsulbar dan rektor juga telah memberikan solusi yang baik kepada mahasiswa penghayat kepercayaan untuk bisa tetap memperoleh haknya di universitas Sulawesi Barat.
Adapun permasalahan dan solusi yang di jelaskan oleh rektor Unsulbar antara lain:

  • “Mata kuliah Penghayat kepercayaan belum bisa masuk sistem akademik Unsulbar berdasarkan Keputusan Direktur jenderal kementerian pendidikan tinggi tentang pedoman pelaksanaan mata kuliah wajib pada kurikulum pendidikan tinggi.
  • “pihak MLKI akan melakukan audiensi bersama kementerian dengan kerja sama mahasiswa”).
  • “Mahasiswa Penghayat Kepercayaan Unsulbar dalam memilih mata kuliah tetap memilih salah satu mata kuliah agama ( agama Hindu) di siakad”.
  • “Pihak Kampus memberikan SK ke pihak Dosen penghayat dalam haknya memberikan penilaian ke mahasiswa”
  • “Penginputan nilai mahasiswa langsung ke Dosen agama Hindu atau Pihak MKDU yang bersangkutan melalui dosen agama penghayat yang di SK kan”.
    Dengan adanya audiensi ini, MLKI sulbar dan mahasiswa penghayat kepercayaan menaruh harapan besar kepada rektor Unsulbar sebagai penentu kebijakan di kampus untuk bisa membantu dalam menyelesaikan permasalah yang sudah lama dialami oleh mahasiswa penghayat kepercayaan di Unsulbar, “kami sangat berharap pihak kampus bisa membantu kami dalam permasalahan ini dan juga bisa secepatnya mengimplementasikan seluruh hasil dari audensi hari ini”tutur cakdi Muliadi selaku ketua MLKI Sulbar”. Selain itu Dia juga berharap pihak kampus bisa membantu dalam audiensi dengan kementrian nantinya.