Sumut-Sergai Global investigasi news.com
Dalam pertanian tentunya semua petani mengharapkan hasil yang melimpah dan harga yang tinggi,agar dapat memuaskan dalam penghasilan.Tetapi lain dengan Warga Dusun ll Desa Panombean Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatra Utara yang namanya tidak mau di muat dalam berita ini saat di kompirmasi oleh awak media Online GLOBALINVESTIGASI NEWS pada Jumat 5/9/2025.
Bahwa dirinya telah berupaya untuk mengendalikan tanaman Ubi dengan baik agar lebih maksimal untuk mendapatkan hasil yang melimpah, tetapi di sisi lain dirinya juga harus pasrah dengan keadaan harga Ubi Kayu yang saat ini semakin menurun. Dari mulai harga di Areal mencapai Rp 1600 sampai saat ini menjadi Rp 600, itupun belum termasuk Areal yang jauh dari Kilang atau Arelnya yang bergelombang.
Hal itu tentunya membuat Petani Ubi Kayu di wilayah Sergai dan sekitarnya menjadi kurang semangat untuk melanjutkan dalam pertanian Ubi Kayu tersebut.” Ya memang pada saat ini kami para petani Ubi Kayu ini merasa pusing, akibat dampak dari harga Ubi yang semakin anjlok ini, hampir hampir saat ini kami akan merawat tanamanpun semakin malas.” Ujarnya.
Karna serba salah, mau kita kerjakan sendiri tidak sanggup.Mau kita kerjakan sama orang lain,sudah pasti panen nanti kita bakal tekor. Kita petani Ubi Kayu sekarang ini serba pusing lah Bang.
Harapan kami Petani Ubi ini mengenai harga bisa setabillah,sekitaran Rp 1500 san di Areal, seperti tahun 2023 lalu sampai mencapai Rp 1600 di Arel. Jadi panen pun kita dapat merasakan hasil yang lumayan untuk ke butuhan hidup.” Tandasnya lagi.
Saya memintak kepada pemerintah agar harga Ubi Kayu ini segera di naikanlah, supaya kami sebagai petani Ubi Kayu ini merasa puas dan senang. Mengingat bahwa kebutuhan hidup saya ini mengharapkan dari hasil Panen Ubi Kayu ini,yang luas Arealnya tak seberapa untuk ke butuhan hidup.” Tutupnya.
(BR)












