Sulsel
Barruglobalinvestigasinews.com.
Pemerintah Kelurahan Lompo Riaja menggelar Musyawarah Mappalili dan penyusunan program masa tanam 2025, yang berlangsung di Balai Pertemuan Kelurahan Lompo Riaja Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru, Senin (15/9/25).
Kegiatan Musyawarah ini dihadiri Lurah Lompo Riaja Abdul Salam, S.Sos., Mewakili Camat Tanete Riaja Syahrir, S.AP, M.H., Kepala UPT BPP Tanete Riaja Alimuddin, S.P., Babinsa Kelurahan Lompo Riaja Serma TNI.Abdul Razak, Penyalur atau PPTS UD Tani Setia Alwi, S.H., Ketua LKK lompo Riaja H. Muh. Saleh, POPT (pengendali organisme Pengganggu tumbuhan) Amriani, Pallontara A. Bahraeni, Para Pengurus Kelompok Tani, Pengurus KWT se Kelurahan Lompo Riaja, Kepala Lingkungan, RT, dan undangan lainnya.
Lurah Lompo Riaja Abdul Salam, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan musyawarah ini untuk menjadikan pedoman untuk para petani agar saling bersatu dan saling bersinergi dalam memanukan dan peningkatan hasil pertanian kita.
” Musyawarah ini diharapkan jadi pedoman dalam memulai dan mengoptimalkan musim tanam 2025-2026 bagi peningkatan hasil pertanian di wilayah Lompo Riaja,” kata Abdul Salam.
Sementara Kepala UPT BPP Jalanru Kecamatan Tanete Riaja Alimuddin, S.P., mengharapkan agar petani melakukan penanaman dengan waktu yang tepat dengan menggunakan pupuk yang berimbang dengan menggunakan pupuk bersubsidi seperti phonska, NPK, dan urea.
“Kita berharap petani kita mampu mengkodisikan pupuk berimbang dengan luas lahan, termasuk pertisida, penggunaan pupuk untuk menghindari beberapa jenis penyakit pada tanaman padi. Inpari 32, ciliwung, ciheran, dan Alaikongga,yang menjadi varietas yang saat ini ditanam di Lompo Riaja,” jelasnya.
Selain itu, Alimuddin juga menyampaikan bahwa petani mestinya berhati-hati dalam penggunaan pupuk dan pertisida yang sesuai dengan kondisi lahan.
(Jum/Glb).










