Berita  

“PROYEK P3TGAI DI DESA GELUGUR KAB. SUMENEP DISOROTI KETUA ORMAS LAKI, DIDUGA PEKERJAAN ASAL JADI ?!”

GiNews.Com Sumenep;
Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi ( P3 TGAI ) Merupakan program padat karya tunai yang bertujuan untuk memperbaiki, merehabilitasi atau meningkatkan fungsionalitas jaringan irigasi berbasis peran serta Masyarakat petani.

Organisasi Masyarakat Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Sumenep, setelah mencari tahu bahwa di Desa Gelugur Rt 02 Rw 01 Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep Jawa timur ada pekerjaan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi ( P3 TGAI ) kembali menuai sorotan, Ormas LAKI DPC Sumenep, menemukan adanya dugaan kesalahan teknis yang fatal dalam perkerjaan proyek tersebut.

Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Sumenep, Misnadin. S. Mengungkapkan setidaknya ada beberapa temuan di lokasi pekerjaan P3 TGAI.

“PERTAMA: saat Tim LAKI ke lokasi pekerjaan P3 TGAI, menemukan temuan diduga tidak ada pasangan pondasi dengan kedalaman 0,25 cm dan ketebalan pondasi sisi kiri ketebalan 0,20 cm dan sisi kanan 0,30 cm tidak ada, pekerjaan langsung di lanjutkan pemasangan tebing batu gunung kanan kiri.

“KEDUA : Pasangan sepesi (adukan semen) diduga tidak sesuai dengan RAB. Bisa terjadi Pasangan gampang ngelupas, dan ini sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan tersebut. ” Tegasnya.

Informasi yang di Terima, proyek P3 TGAI ini merupakan salah satu program yang mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan Nasional untuk Indonesia Emas 2045 melalui Angota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) IX Madura-Sumenep, ketua Ormas LAKI Misnadin. S. menilai, kualitas pekerjaan proyek aspirasi dari pusat dan melalui Balai Besar harus di awasi dengan ketat, sebab sumber dana dari Uang Negara yang semestinya memberi manfaat jangka panjang bagi petani.

” Kalau di kerjakan asal asalan, jelas merugikan Rakyat. Dan yang lebih anih lagi, kenapa tidak ada pengawasan dari pihak dinas terkait? Kenapa bisa dibiarkan begitu saja? Ini tanda lemahnya fungsi kontrol dari instansi teknis. ” Tambahnya.

Tim Ormas LAKI berkomitmen akan terus mengawal pekerjaan tersebut hingga selesai dan menyerahkan laporan lengkap kepada Aparat penegak hukum (APH) bila ditemukan indikasi kerugian Negara.

Dan sampai berita tayang dari pihak pemerintahan Desa Gelugur tidak memberi penjelasan dan PJ Desa Gelugur tidak merespon Tlp WA dari Tim Laki, dan anehnya setelah Tim Ormas Laki di Hari Rabu tgl 17 September 2025 sekitar Jam 09-26 Wib di Balai Desa Gelugur tidak ada perangkat satupun (Balai Desa ditutup) dan PJ nya juga tidak ada di Balai Desa Gelugur kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep.

(Kabiro Sumenep)