Gelobal Investigasi News
Indragiri Hilir – Di tengah meningkatnya ancaman terhadap kelestarian sumber daya perairan, Universitas Islam Indragiri (Unisi) menghadirkan inovasi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Dosen dan mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan Unisi berhasil mengimplementasikan domestikasi ikan Betutu (Oxyeletris marmorata), ikan asli yang kian langka namun bernilai ekonomis tinggi, sebagai komoditas budidaya akuakultur berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Tujuannya tidak hanya menjaga keberlanjutan populasi ikan Betutu di alam, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Betutu semakin langka akibat penangkapan yang tidak selektif. Domestikasi ini akan menjadi solusi untuk menciptakan stok yang dapat dipelihara dalam lingkungan terkendali sekaligus memperkenalkan praktik budidaya yang berkelanjutan,” ungkap Dr. Syaiful Ramadhan Harahap, S.Pi., M.Si., Ketua Tim PkM Unisi, Sabtu (13/9/2025).
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat
Program ini dirancang tidak hanya untuk aspek ekonomi, tetapi juga edukasi lingkungan. Masyarakat diberikan pelatihan mulai dari pembangunan kolam terpal, teknik domestikasi, pengelolaan kualitas air, hingga pembuatan pakan berbasis ikan rucah. Peserta juga dikenalkan pada penggunaan Effective Microorganisms 4 (EM4) untuk fermentasi pakan, yang meningkatkan kualitas nutrisi bagi ikan.
Tak hanya itu, pelatihan pemasaran digital juga diberikan. Bayu Fajar Susanto, S.E., M.M., dari Prodi Bisnis Digital Unisi, melatih peserta menggunakan platform seperti Google My Business dan marketplace online agar hasil budidaya Betutu memiliki akses pasar yang lebih luas.
Ketua Pokdakan Tempuling Madani Jaya, Muhammad Thaha, SH.I, menyampaikan apresiasinya atas program ini.
“Domestikasi ikan Betutu adalah hal baru bagi kami. Harapan kami, desa ini dapat menjadi sentra produksi ikan Betutu di masa depan,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Keberlanjutan
Program ini melibatkan berbagai narasumber lintas bidang. Arief Rachman B., S.Pi., M.Si. menyampaikan materi tentang pentingnya konservasi ikan Betutu. Khairul Ihwan, S.T., M.T. memaparkan peluang ekspor ke Malaysia dan Singapura, membuka wawasan tentang pasar internasional.
Sementara itu, Abdul Gani, S.Pi., Penyuluh Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), memberikan arahan terkait pembentukan kelompok pembudidaya dan peluang usaha berbasis ketahanan pangan yang kini menjadi prioritas pemerintah.
Menyiapkan Generasi Baru Pembudidaya Betutu
Sebagai dukungan nyata, tim PkM Unisi menyerahkan paket inovasi kepada Pokdakan Tempuling Madani Jaya. Paket tersebut mencakup benih ikan Betutu, kolam terpal dan fiber, mesin oksigen, aerator, pakan ikan, serta probiotik EM4.
Penyerahan disaksikan oleh Prof. Dr. H. Abdullah, S.Si., M.Kom., Reviewer Internal Unisi, sebagai simbol berakhirnya rangkaian kegiatan. Harapannya, program ini tidak hanya menumbuhkan perekonomian masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian Betutu sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia.
Masa Depan Akuakultur di Indragiri Hilir
Inisiatif Unisi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi akademisi, masyarakat, dan pemerintah mampu menciptakan inovasi yang berdampak luas. Dengan dukungan teknologi dan pelatihan berkelanjutan, budidaya ikan Betutu berpotensi menjadi industri unggulan akuakultur di Kabupaten Indragiri Hilir.
“Melalui kerja sama lintas disiplin ini, kami berharap bisa menciptakan dampak yang luas bagi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam Indonesia,” tutup Dr. Syaiful.(Sw)












