Perdana Uji Coba Sirine Peringatan Bencana Lurah Mekarsari Masyarakat Jangan Panik, Ini Hanya Simulasi
CILEGON — Global investigasi News.com – Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon, resmi memiliki tower sirine peringatan bencana yang dipasang oleh Badan Nasional, provinsi, hingga pemerintah kota. Sirine ini difungsikan sebagai sistem peringatan dini untuk menghadapi potensi bencana, mulai dari tsunami, banjir, hingga kegagalan industri. Kamis (2/10/2025)
Lurah Patani H.Fatoni SPD, MSi menegaskan bahwa uji coba sirine yang dilakukan pada Kamis lalu hanya simulasi. “Kami sudah informasikan ke masyarakat, jangan panik. Ini hanya uji coba,” ujar Fatoni.
Menurutnya, pemasangan tower sirine di wilayah Mekarsari sangat strategis karena lokasinya berdekatan dengan bibir pantai. Selain itu, wilayah Cilegon juga dikelilingi kawasan industri kimia yang berisiko tinggi jika terjadi kebocoran atau kecelakaan pabrik.
“Kalau bencana alam seperti banjir atau gempa, masih bisa diantisipasi. Tapi kalau kegagalan industri, apalagi pabrik kimia, dampaknya bisa terbawa angin dan jauh lebih berbahaya,” tegasnya.
Fatoni juga mengusulkan agar perusahaan-perusahaan besar di sekitar Cilegon ikut ambil bagian dalam sosialisasi dan simulasi bersama masyarakat. “Kalau bisa ada drill tsunami atau drill bencana bersama. Jangan hanya internal perusahaan, tapi melibatkan warga agar mereka paham langkah apa yang harus dilakukan,” katanya.
Ia menambahkan, hingga kini masyarakat masih belum mendapatkan penjelasan transparan dari industri terkait produk-produk berbahaya dan langkah mitigasi yang harus diambil. “Masyarakat jangan dibiarkan meraba-raba. Harus ada penerangan jelas, edukasi, dan pelatihan bersama,” ujarnya.
Fatoni mencontohkan, beberapa perusahaan seperti Pertamina dan Oil Tanking pernah mengadakan uji coba simulasi darurat. Namun di wilayah Mekarsari, kegiatan serupa belum pernah dilakukan secara menyeluruh.
“Ke depan kami berharap ada kerja sama nyata antara pemerintah, BPBD, dan pihak industri untuk membangun sistem kesiapsiagaan terpadu. Masyarakat harus tahu apa yang harus dilakukan dengan bila Bu bencana benar-benar terjadi,” kata Fatoni.
(Ben/Him)












