Kerinci ginewstvinvestigasiinews.com : Nama Maswan, SE dikenal luas di kalangan masyarakat tani, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Lulusan SPMA-SPP Sungai Agung ini kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 di bidang Ekonomi, dan sejak awal kariernya telah banyak berkecimpung dalam dunia pengembangan masyarakat dan pertanian berkelanjutan.
Maswan memulai kariernya di sektor swasta pada tahun 1991 dengan bergabung bersama WWF–TNKS, fokus pada pengembangan wilayah berbatasan TNKS serta pembinaan petani di Kabupaten Kerinci.
Tiga tahun berselang, tepatnya pada 1994, ia melanjutkan kiprahnya di WWF–Taman Nasional Gunung Leuser, di mana ia menangani pengembangan wilayah perbatasan taman nasional yang berinteraksi dengan masyarakat petani.
Dalam periode ini, Maswan turut mendorong pengembangan berbagai komoditas unggulan seperti pala dan nilam di Aceh Selatan, serta kopi arabika di Aceh Tengah hingga tahun 2000.
Setelah kembali ke tanah kelahirannya, Kerinci, pada tahun 2000, Maswan bergabung dengan Lembaga FORESTRADE Inc. sebagai perencana pengembangan pertanian organik. Fokus utamanya adalah komoditas rempah, terutama kayu manis dan jahe merah, sambil tetap melakukan pembinaan petani di berbagai wilayah, antara lain Muaro Hemat, Bedeng 5, Lempur, Renah Kuyu Embun, Pungut, dan Renah Pemetik.
Tak hanya di Kerinci, kiprah Maswan juga menjangkau Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan pembinaan petani cengkeh dan jahe merah.
Program yang ia jalankan memiliki rantai kerja lengkap, mulai dari tingkat pembinaan petani, penguatan produksi, hingga pengembangan sistem pemasaran, dengan semangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan menjaga kelestarian alam.
Dengan pengalaman panjang lebih dari tiga dekade, Maswan, SE menjadi salah satu figur penting yang berperan nyata dalam pemberdayaan petani dan pengembangan komoditas unggulan daerah berbasis keberlanjutan
Apendi Yahya












