Tema: “Baku Lia, Baku Sayang, Baku Bawa Bae-Bae” Jadi Perekat Spirit Kebersamaan dan Warisan Nilai Luhur
Halmahera Selatan, Maluku Utara…Momentum spiritual dan kebersamaan kembali terjalin di Halmahera Selatan dengan digelarnya Haul ke-10 Almarhum Joguru Hi. Sadik Djafar Noch, seorang tokoh besar dan guru spiritual yang dikenal luas di Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung pada 1 September 2025, bertempat di Desa Tembal, wilayah Kecamatan Bacan selatan, dengan mengusung tema “Baku Lia, Baku Sayang, Baku Bawa Bae-Bae” sebuah pesan luhur tentang saling mengenal, saling menyayangi, dan membawa kebaikan bersama.
Kegiatan haul tahun ini digagas dan diselenggarakan oleh Nofik Hi. Sadik Djafar Noch, Ketua Koperasi Alam Sibela Nusantara (KASN) Halmahera Selatan, yang juga merupakan putra dari almarhum Joguru Hi. Sadik Djafar Noch.
Nofik dikenal sebagai salah satu penerus perjuangan dan pewaris tanggung jawab moral keluarga besar almarhum. Ia menjelaskan bahwa haul ke-10 ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan, doa, serta refleksi atas jasa dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh sang ayah.
“Alhamdulillah, hari ini kami sekeluarga bersyukur karena kegiatan haul ke-10 ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Haul sebelumnya kami selenggarakan di Bandung dan Jakarta, tetapi tahun ini kami bertekad melaksanakannya di tanah kelahiran ayahanda di Halmahera Selatan, agar masyarakat dan murid-murid beliau di sini juga bisa ikut mendoakan,” ujar Nofik dalam sambutan nya.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting daerah, antara lain perwakilan Pemerintah Daerah Halmahera Selatan, Polres Halsel, Lembaga Pemasyarakatan Bacan, pihak Kesultanan Bacan, serta tokoh agama dan tokoh adat setempat. Tak kurang dari ratusan masyarakat turut hadir, memenuhi lokasi acara sejak pagi hingga siang hari.
Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan. Lantunan salawat dan zikir menggema yang dibawakan oleh para santri Pondok Pesantren Kupal, menambah nuansa religius dan damai di tengah masyarakat yang hadir.
Sebagai bagian dari kegiatan sosial dan bentuk kepedulian terhadap sesama, Ketua Koperasi Alam Sibela Nusantara, Nofik Hi. Sadik Djafar Noch, menyerahkan santunan kepada puluhan anak yatim yang hadir dalam acara tersebut.
Santunan ini merupakan tradisi rutin dalam setiap kegiatan haul keluarga besar Joguru Hi. Sadik Djafar Noch.
“Atas nama Koperasi Alam Sibela Nusantara, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Semoga santunan ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi almarhum ayahanda serta membawa berkah bagi kita semua,” tutur Nofik.
Setelah penyerahan santunan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama untuk almarhum, yang dipimpin oleh para ustaz dan tokoh agama dari berbagai kecamatan di Halmahera Selatan. Doa bersama tersebut menjadi puncak kegiatan haul yang berlangsung penuh kekhidmatan dan rasa haru.
Joguru Hi. Sadik Djafar Noch semasa hidup dikenal sebagai tokoh agama, pendidik, dan pembimbing spiritual yang memiliki murid di berbagai daerah, tidak hanya di Maluku Utara, tetapi juga di luar daerah seperti Sulawesi, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.
Beliau dikenal karena keteguhan iman, kebijaksanaan, serta dedikasinya dalam membina masyarakat dan menanamkan nilai-nilai persaudaraan serta kasih sayang dalam kehidupan beragama.
Nama beliau masih sangat dihormati, khususnya di Halmahera Selatan, sebagai sosok yang menjadi panutan dan inspirasi bagi banyak kalangan.
“Ayahanda adalah sosok guru dan pembimbing yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga menanamkan akhlak dan nilai kemanusiaan. Kami ingin melalui haul ini, ajaran dan semangat beliau terus hidup di hati masyarakat,” tambah Nofik.
Selain menjadi ajang doa dan refleksi spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Koperasi Alam Sibela Nusantara untuk memperkuat peran sosial dan pemberdayaan masyarakat lokal. Nofik Hi Sadik Djafar Noch, yang kini memimpin koperasi tersebut, berkomitmen menjadikan koperasi bukan hanya wadah ekonomi, tetapi juga gerakan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan sebagaimana diajarkan oleh almarhum ayahandanya.
Kegiatan haul ke-10 Joguru Hi. Sadik Djafar Noch ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok guru besar, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat Halmahera Selatan.
Tema yang diangkat, “Baku Lia, Baku Sayang, Baku Bawa Bae-Bae”, menjadi pengingat bahwa masyarakat Maluku Utara harus tetap menjaga nilai saling mengenal, saling menghargai, dan membawa kebaikan di tengah perbedaan.
“Semoga kegiatan ini membawa berkah dan mempererat silaturahmi antarwarga Halmahera Selatan. Kami ingin menjaga warisan spiritual ayahanda agar tetap hidup dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tutup Nofik.
Acara haul ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama antara panitia, keluarga besar almarhum, dan seluruh tamu undangan, diiringi suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh kebersamaan.
Jurnalis: Alimudin.












