KENDAL – GINEWS GLOBALNNESTIGASI TV Pada tahun anggaran 2025, Pemkab Kendal mengalokasikan dana DBHCHT untuk penyaluran BLT bagi 7.036 buruh tani tembakau dan cengkeh di Kabupaten Kendal. Bantuan senilai Rp1,2 juta per orang ini disalurkan melalui Bank Jateng dalam satu tahap. Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan para buruh sekaligus menjadi dorongan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah yang berpihak kepada buruh tembakau dan cengkeh. Ia mengaku banyak belajar dari ketulusan serta keikhlasan para buruh dalam bekerja, yang menjadi inspirasi bagi dirinya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan mereka.
Menurut Bupati yang akrab disapa Mbak Tika, kesejahteraan sosial merupakan harapan semua orang dan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kendal. Ia menilai bahwa dalam mewujudkan kesejahteraan sosial, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus bersinergi dengan pemerintah desa hingga pemerintah pusat.
Di Kecamatan Kangkung, bantuan BLT DBHCHT disalurkan kepada 993 penerima yang tersebar di 15 desa. Mbak Tika menjelaskan, program ini merupakan bentuk apresiasi dan perhatian pemerintah kepada para buruh yang selama ini menjadi bagian penting dalam roda perekonomian daerah.
“Bantuan ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi wujud kasih sayang pemerintah kepada Bapak-Ibu semua yang telah menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Saya tahu pekerjaan Bapak-Ibu tidak mudah, panas, hujan, dan harga pasar yang sering tidak menentu. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat untuk terus bekerja keras, menabung, dan mengembangkan usaha agar keluarga semakin mandiri,” ujar Mbak Tika dalam kegiatan penyaluran BLT DBHCHT di Desa Laban, Kecamatan Kangkung, Kendal, Senin (3/11/2025).
Ia juga berpesan agar para penerima manfaat memanfaatkan bantuan secara bijak dan produktif. “Gunakan bantuan ini sebagai dorongan untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Mari bersama-sama mengawasi dan memerangi rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, Bupati Kendal mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat. Menurutnya, kekuatan Kabupaten Kendal tidak hanya terletak pada hasil buminya, tetapi juga pada kebersamaan dan kejujuran warganya. “Ketika kita bekerja dengan tulus, hasil dari setiap tetes keringat akan membawa berkah yang lebih besar,” tutur Mbak Tika.
Mbak Tika berharap penyaluran BLT DBHCHT berjalan lancar, tepat sasaran, dan membawa manfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus mampu memberikan semangat, bukan hanya bantuan. “Pemerintah akan terus berusaha hadir, tetapi semangat dan daya juang harus tumbuh dari diri kita sendiri,” pungkasnya.
Kades Laban Harap Penerima Bantuan DBHCHT Tahun Depan Bertambah
Sementara itu, Kepala Desa Laban, Kangkung, Adibul Farah menyampaikan, sebanyak 49 warganya menerima BLT DBHCHT tahun ini. Sebelumnya pihak desa telah mengajukan 70 Kelompok Penerima Manfaat (KPM), namun setelah proses verifikasi Dinas Sosial, jumlah penerima yang disetujui tetap 49 orang seperti tahun sebelumnya.
Adibul menjelaskan, mayoritas penduduk Desa Laban merupakan petani tembakau, sehingga pihaknya berharap jumlah penerima bantuan dapat bertambah pada tahun mendatang. “Harapannya tahun depan bisa bertambah, karena hampir sembilan puluh persen warga Laban adalah petani tembakau. Desa kami memang identik dengan pertanian tembakau,” ujarnya.












