SUMBA TENGAH-Globainvestiganews.com//Forum Pemuda Peduli desa UPS,kecamatan URGB,Kabupaten Sumba Tengah menggelar musyawarah luar biasa yang dipimpin oleh ketua BPD beserta anggota untuk membahas tentang dugaan asusila yang dilakukan oleh oknum kepala desa (KADES) UPS yang terjadi dan sempat viral di media Sosial.Dalam musyawarah luar biasa itu,Forum Pemuda Peduli desa,serta peserta (masyarakat UPS yang hadir meminta agar rkepala desa UPS yang bersangkutan segera di berhentikan dari jabatannya.
Turut hadir dalam musyawarah luar biasa yang berlangsung di aula kantor desa UPS,kecamatan URGB,kabupaten Sumba Tengah yaitu”Babinkamtibmas Polsek Katikutana,Babinsa Koramil 1613-03/ Katikutana,Tokoh agama desa UPS,Tokoh pemuda desa UPS,Tokoh Perempuan desa UPS,Ketua PKK desa UPS.LPM desa UPS serta unsur Masyarakat desa UPS.
Dalam penyampaian Babinkamtibmas Polsek Katikutana,Aipda Frit Tamelan,Mari kita semua hadir diruangan ini menjaga musyawarah luar biasa ini dengan suasana damai dan aman.Kita dapat menyampaikan usulan yang santun dan menghormati pendapat satu sama lain.
Menghimbau seluruh peserta rapat musyawarah luar biasa ini tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama rapat berlangsung.Terimaksih dan partisipasi para peserta rapat sehingga apa yang menjadi tujuan rapat ini dapat menghasilkan berbagai usulan-usulan yang BPK/ibu maksudkan,”pesan Frit
Sementara ketua Forum Pemuda Peduli desa UPS,Umbu Kappi Landu Awang dengan tegas menyatakan dan tujuan bersuara hari ini,tentunya kami sekumpulan pemuda dan pemudi desa UPS sangat peduli terhadap desa yang kami cintai ini.Dugaan keadaan yang terjadi apalah arti kalau kita hanya ada dan tidak bisa berbuat apa-apa terkait kasus Pejabat publik yaitu kepala desa ( Kades) UPS,ini motifasi kami sehingga kami ada dan ada semua hari ini.
Tentunya sudah jelas apa yang menjadi permintaan kami di depan BPD beserta anggota hari ini,latar belakang jelas kejadian yang menimpa oknum kepala desa UPS sebagai pejabat publik,sudah sangat jelas sadar melakukan tindakan yang tidak terpuji padahal menjadi teladan,contoh yang baik didesa kita.
Sesuai yang dibacakan oleh ketua BPD desa UPS tadi,Bahwa persoalan oknum kades UPS yang sempat viral di media sosial secara hukum sudah di selesaikan dipolsek Katikutana karena atas kesepakatan kedua belah pihak.Saya pikir kami tidak beranulir apa yang menjadi kesepakatan itu,tetapi yang menjadi peduli kami yaitu,”Sebagai pejabat publik yang ada di desa ini,itu yang kami pertaruhkan hari ini,Ini yang kami pertanyakan hari ini,dan jelas masalah pokok adalah dampak sosial dan saya pikir kita semua merasakan dampaknya.
Jadi penyalahgunaan jabatan yang kami tuntut hari ini,yang kami tekankan hari ini,amanat yang sudah diberikan oleh masyarakat desa UPS harus dilaksanakan dan harus beri contoh yang terbaik kepada masyarakat desa UPS,”tegas Umbu Kappi
Terkait masalah yang terjadi itu sudah selesai,yang kami suarakan hari ini berdasarkan UU no:6 tahun 2014″pemberhentian kepala desa itu sangat bisa dilaksanakan,apabila memenuhi beberapa unsur/syarat sesuai UU yang berlaku salah satunya yaitu kepala desa di berhentikan apa bila melakukan perbuatan tercela.Untuk itu kami sepakat hari ini,kepala desa (Kades) UPS harus diberhentikan dari jabatannya.Seluruh peserta musyawarah luar bisa yang hadir di aula kantor desa UPS hari ini semuanya menyatakan sikap yang sama yaitu” Berhentikan kepala desa (kades) UPS dari jabatannya karena beliau pejabat publik yang ada di desa ini dan tidak menjadi teladan.Kami tidak mau dipimpin seorang pemimpin yang merusak moral di desa kami.Kami minta kepada ketua beserta anggota BPD desa UPS segera menyikapi tuntutan kami ini.
Lanjut Umbu Kappi.Kami terus mengawal tuntutan apa yang menjadi aspirasi masyarakat desa UPS hari ini,baik ditingkat kecamatan maupun sampai tingkat kabupaten sampai titik kami inginkan.
Kami akan ikut terus proses aspirasi masyarakat desa UPS,terus kami mengawal terkait tuntutan kami hari ini,tidak berhenti sampai disini perjuangan kami,sampai kepala desa (Kades) UPS berhenti dari jabatannya atau menunggu keputusan bupati,”kata Umbu Kappi yang biasa disapa Ian Awang
(Mrtha)












