Bandung, (***) Upaya pemerintah Kabupaten Bandung dalam menangani Hutan yang gundul bukan hanya kehilangan pepohonannya, tetapi juga kehilangan suara kehidupan.
Dari kegelisahan itulah Bupati Bandung Dadang Supriatna melangkah melakukan ikhtiar pemulihan dengan menyiapkan 5,2 juta bibit biji-bijian untuk menghidupkan kembali hutan-hutan yang meranggas di Kabupaten Bandung.
Bagi Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS, hutan adalah penyangga kehidupan, tempat air bermula, tanah bertahan, dan manusia bergantung. Ketika hutan rusak, ancaman banjir dan longsor menjadi nyata. Karena itu, upaya penghijauan ini bukan sekadar program, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan alam dan keselamatan masyarakat.
Yang membuat langkah ini bernilai lebih, jutaan bibit tersebut lahir dari partisipasi para pelajar tingkat SD hingga SMP. Dari ruang-ruang kelas, tumbuh kesadaran bahwa menjaga alam adalah tugas bersama. Di tangan anak-anak itu, benih kecil disemai dengan harapan besar, bahwa masa depan harus diwariskan dalam keadaan lebih hijau, Ujarnya pada Jumat 26 Desember 2025.
Karena medan hutan yang terjal dan sulit dijangkau, penyebaran bibit akan dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat. Cara ini dipilih agar kawasan yang selama ini sunyi dari sentuhan manusia tetap memiliki kesempatan untuk kembali bernapas. Dari langit, benih-benih harapan akan jatuh ke bumi, menunggu waktu untuk tumbuh, Jelasnya.
“Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi menanam kesadaran,” Tagas Kang DS.
Hutan yang kita jaga hari ini adalah penyangga kehidupan esok hari. Kalau alam kita rawat dengan sungguh-sungguh, maka alam pun akan menjaga kita dan anak cucu kita di masa depan, tuturnya.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan bahwa pelestarian hutan bukan sekadar wacana, melainkan perjalanan panjang yang dimulai dari kepedulian, dijaga dengan konsistensi, dan diwariskan sebagai amanah kehidupan. Dari udara, harapan ditebar, untuk hutan yang kembali hijau, dan masa depan yang lebih lestari, pungkas Kang DS.***












