Berita  

Diskusi Panel Bertema “Menjaga Generasi Krisis Moral Pelajar dan Tanggung Jawab Bersama”

KENDAL – GLOBALNNESTIGASI GINEWS TV Krisis moral di kalangan pelajar yang ditandai meningkatnya tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan menurunnya etika sosial menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Sidodadi. Untuk merespons kondisi tersebut, pemerintah desa menggelar diskusi panel lintas elemen di Mbengkok Hutan Edukasi Sidodadi, Kecamatan Patean, Kendal, Rabu, (31/12/25).

Diskusi panel bertema “Menjaga Generasi: Krisis Moral Pelajar dan Tanggung Jawab Bersama” ini menjadi ruang dialog terbuka guna menyatukan pandangan dan langkah antara unsur pemerintah desa, tokoh agama, pendidik, aparat keamanan, serta masyarakat.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga siang hari dan diikuti sekitar 30 peserta.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang, antara lain tokoh agama lintas iman, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, wali murid, aktivis sosial, serta perwakilan pemerintah desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sidodadi Sukoco dan Sekretaris Desa Ali Masyhar. Kehadiran jajaran pemerintah desa menunjukkan komitmen serius dalam menangani persoalan sosial yang menyangkut masa depan generasi muda.

Kepala Desa Sidodadi, Sukoco, menyampaikan bahwa diskusi ini berangkat dari kegelisahan bersama atas semakin kompleksnya persoalan moral pelajar.

Ia menegaskan bahwa pembinaan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.

“Pembinaan karakter pelajar harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat,” ujar Sukoco.

Diskusi panel menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari latar belakang berbeda. Setiap narasumber menyampaikan pandangan dan pengalaman sesuai bidangnya, sebelum dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanggapan peserta.

Tokoh pendidikan, Munawar, menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter sejak usia dini.

Menurutnya, sekolah membutuhkan dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat agar nilai-nilai moral dapat tertanam secara konsisten.

“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Lingkungan rumah dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter pelajar,” kata Munawar.

Dari perspektif keagamaan, Sekretaris MWC NU Patean Aris Nurfathani menyoroti pentingnya nilai moral dan spiritual sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.

Ia mendorong tokoh agama untuk lebih aktif mendampingi remaja dengan pendekatan yang humanis dan dialogis.

“Pendekatan keagamaan yang humanis dan dialogis sangat penting agar pesan moral dapat diterima dengan baik oleh generasi muda,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Patean melalui Kanit Binmas Polsek Patean, Imam Wasito memaparkan pandangan dari aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menjelaskan dampak hukum dari perilaku menyimpang pelajar serta menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui kolaborasi lintas sektor.

Pada sesi akhir, peserta dari unsur Muslimat NU, Fatayat NU, wali murid, aktivis, dan tokoh masyarakat menyampaikan berbagai masukan konstruktif. Diskusi menghasilkan rekomendasi, pernyataan sikap bersama, serta rencana pembentukan forum tindak lanjut sebagai langkah konkret menjaga moral dan masa depan generasi muda.