Lombok Tengah Globalinvestigasinews Com – Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, menginstruksikan seluruh jajaran Babinsa Koramil 01/Praya hingga Koramil 09/Pringgarata untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan intensif di wilayah binaan masing-masing.
Langkah ini diambil guna merespons potensi dampak cuaca ekstrem dan angin kencang di sertai hujan yang melanda di hampir seluruh wilayah NTB khususnya Kabupaten Lombok Tengah belakangan ini.
Selain itu, Dandim juga menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Oleh karena itu, seluruh personel di lapangan diperintahkan untuk melakukan pendataan secara mendetail terhadap setiap kerusakan yang terjadi, mulai dari pemukiman warga, fasilitas umum, hingga infrastruktur jalan.
“Kami telah menginstruksikan seluruh Babinsa jajaran Koramil untuk terjun langsung ke lapangan. Fokus utama adalah mendata kerusakan rumah warga, bangunan publik, serta akses jalan yang terdampak, baik karena pohon tumbang maupun tanah longsor,” ujar Dandim Jum’at (23/1/2026).
Respons cepat dan pendataan akurat
Pengerahan personel ini bertujuan agar komando atas mendapatkan data yang akurat dan real-time mengenai situasi di lapangan. Data tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya untuk mempercepat proses penanganan dan penyaluran bantuan.
Selain melakukan pendataan, para Babinsa juga diminta untuk aktif mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari area rawan, seperti pohon besar atau baliho tua, saat angin kencang terjadi.
“Kami minta masyarakat segera melapor kepada Babinsa atau aparat desa jika terdapat kerusakan signifikan di lingkungannya agar dapat segera kita tindak lanjuti,” tambah Dandim.
Kodim 1620/Loteng berkomitmen untuk terus siagakan personel khususnya Babinsa selama 24 jam bersama unsur terkait dan pemerintah daerah dalam memitigasi risiko bencana secara menyeluruh.
“Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian materil maupun korban jiwa akibat anomali cuaca yang sulit diprediksi,” tandasnya.(GIN NTB)












