SUMUT, SERGAI Ginewstv Investigasi.com : Masyarakat Kecamatan Serbajadi, khususnya Desa Pulau Gambar di Dusun 8 serta Dusun 14 B, menyuarakan keresahan atas maraknya peredaran narkoba yang dinilai terus tumbuh dan berkembang, disertai meningkatnya aksi pencurian buah kelapa sawit milik warga dan hasil perkebunan BUMN milik Adolina. Rabu, 28 Januari 2026.
Warga menilai peredaran narkoba menjadi pemicu utama meningkatnya tindak kriminalitas di wilayah tersebut. Hampir setiap hari, masyarakat mengaku waswas karena rawannya pencurian sawit yang terjadi baik di kebun warga maupun areal perkebunan BUMN milik Adolina.
Selain itu, masyarakat juga menduga adanya keterlibatan jaringan terorganisir serta dugaan perlindungan dari oknum tertentu, sehingga para pelaku seolah leluasa menjalankan aksinya.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Pulau Gambar secara tegas meminta aparat penegak hukum dan aparat keamanan, yakni Dandim 0204/Deli Serdang, Kapolres Serdang Bedagai, serta Kapolsek Dolok Masihul, agar segera melakukan tindakan nyata dan penegakan hukum secara tegas guna memberantas peredaran narkoba dan tindak kriminal di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, masyarakat juga mengusulkan agar di setiap dusun dusun Desa Pulau Gambar Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara., agar memasang plang atau papan pengaduan narkoba yang mencantumkan nomor handphone atau hotline pengaduan yang dapat dihubungi masyarakat secara langsung. Hal ini dinilai penting agar warga tidak takut melapor dan peredaran narkoba dapat diberantas hingga ke akar-akarnya.
“Kalau ada nomor pengaduan yang jelas dan bisa dihubungi, masyarakat pasti berani melapor. Kami ingin narkoba benar-benar dibasmi sampai ke akar-akarnya,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat menegaskan, apabila keluhan dan permintaan tersebut tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, mereka siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, mulai dari Kapolda Sumatera Utara, BNN Provinsi Sumatera Utara, hingga Kapolri.
“Kami berharap pemerintah dan aparat tidak menutup mata. Ini demi masa depan anak-anak kami,” tutup salah satu warga , Kepada awak media pada Rabu ,28 Januari 2026.
(MYN)












