Temu Kangen Alumni PGAN Medan “86” Mempererat Hubungan Silaturahmi

 93 total views,  1 views today

SUMUT , Ginews tv investigasi com – Alumni PGAN Medan angkatan tahun 86 mengadakan acara temu kangen di Tanjung Morawa Medan Sumatera Utara , Reuni temu kangen adalah upaya mempertemukan kembali yang dulu pernah bersama, menempuh pendidikan sekolah di PGAN Medan jalan Pancing no 7

Yusli Hidayat sebagai Humas di alumni PGAN Medan mengatakan , Ada beberapa manfaat yang dapat di ambil dengan adaanya reuni ini , Minggu (25/12) diantaranya:

“Reuni, selain untuk memutar memori lama di otak, juga untuk memperbaiki fungsi bagian otak yang mengurus kesenangan, memutar kembali memori adalah suatu upaya mencegah berbagai penyakit.

Kita juga akan bertemu kembali dengan teman-teman lama semasa sekolah. Hubungan dengan teman akrab semasa sekolah mungkin sempat terputus karena hilang komunikasi atau tenggelam dalam kesibukan masing-masing ” jelasnya

Selanjutnya Reuni temu kangen ini adalah wadah untuk merekatkan kembali persahabatan yang sempat putus. Selain itu, Reuni juga sebagai ajang untuk silaturrahim, yang mana silaturrahim ini sangat dianjurkan oleh agama.

Dalam sebuah hadits dijelaskan :

عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِى أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ.

Dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa ingin lapangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung hubungan kekerabatan atau silaturrahim . (H. R. Bukhari no. 5987 dan Muslim no. 6688)

Supaya acara reuni itu bisa membawa manfaat dan tidak menimbulkan kemudharatan maka kita lakukan beberapa hal di bawah ini :

Kita hadir dalam reuni sebagai teman yang sederajat, seperti waktu kita masih bersama-sama dulu. Peserta reuni harus memiliki jiwa besar, toleran dan mau menahan diri. Bersedia menanggalkan semua atribut dalam dirinya seperti, jabatan, status sosial, maupun kekayaan

Jangan membuat teman lain rendah diri atau sakit hati, sebaiknya kita tidak menceritakan keberhasilan bisnis, jabatan, status sosial, kekayaan yang kita dimiliki, kehebatan anak atau istri kita, yang dapat menimbulkan kesan menyombongkan diri atau pamer keberhasilan.

Jangan cemburu, jika teman pria / wanita yang dulu pernah kita taksir tampak lebih dekat dan akrab dengan teman yang lain. Atau jangan cemburu lagi jika terungkap kisah cinta teman pria / wanita incaran kita, justru pada teman kita sendiri.

Jadikan itu lelucon masa lalu saja jangan menjadikan suasana menjadi kaku gara-gara kisah asmara masa lalu. Misalnya, kita harus menjauhi mantan pacar yang kebetulan menikah dengan teman sekolah kita.

Semua sudah berlalu, apalagi sekarang kita sudah memiliki keluarga masing-masing. Kisah asmara masa lalu biarlah menjadi kenangan masing-masing yang tidak perlu dibicarakan lagi “tutupnya Yusli Hidayat

(Suyanto)