Berita  

“Dugaan Modus Penipuan Mengatasnamakan Kemendikbud RI Marak di Lingkungan Sekolah di Kota Semarang ?!”

21 Maret 2024

SEMARANG_Global INews Tv
Lagi ramai adanya modus penipuan mengatasnamakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), yang dialami oleh beberapa Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri maupun Swasta, di Kota Semarang.

Modus yang digunakan dengan mengirimkan berbagai barang yang ditujukan kepada Kepala Sekolah, dengan transaksi menggunakan sistem COD (cash on delivery) atau bayar di tempat, sehingga secara otomatis karyawan atau satpam sekolah yang menerimanya akan dengan sadar membayar kepada kurirnya, dengan harapan akan memperoleh ganti dari Kepala Sekolah yang dituju, padahal Kepala Sekolah tersebut sama sekali tidak memesan barang yang dikirimkan.

Seperti yang dialami Harsono, karyawan SMA Negeri 6 Kota Semarang, yang menerima kiriman barang dengan sistem COD seharga Rp 144 ribu dari Mendikbud RI, ditujukan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Drs Mulyani M Noor, MPd.

“Ini tadi siang sekitar jam 11.30 WIB saya terima kiriman barang COD, untuk Pak Mul (Kepala Sekolah), ya langsung Saya bayar sebesar Rp 144 ribu. Barangnya dikirim dari jasa pengiriman J&T, No Resinya JP8297941444. Pengirimnya dari Mendikbud RI, ada nomornya 081515846524 Kabupaten Banjar dan nomor pesanannya 240318CAQ16G0P,” jelasnya di SMA Negeri 6 Kota Semarang, Kamis (21/03/2024).

Setelah diserahkan ke Kepala Sekolah, lanjut Harsono, ternyata tidak merasa memesan barang tersebut, karena saat dibuka paket kirimannya hanya berisi tas tangan warna hitam, yang diperkirakan harganya hanya kisaran puluhan ribu rupiah saja dan nomor telepon yang tertera di kertas pengiriman tidak diangkat saat ditelpon beberapa kali.

“Ternyata Pak Mul tidak pesan, ya tapi bagaimana lagi, sudah terlanjur Saya bayar. Tapi Alhamdulillah diganti sama Pak Mul,” ucapnya terharu atas kebaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kota Semarang.

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Drs Mulyani M Noor, MPd saat dikonfirmasi membenarkan kejadian yang menimpa karyawannya, namun uang yang sudah terlanjur dibayarkan karyawannya tetap diganti.

“Iya memang benar ada kejadian seperti itu, tadi Mas Harsono yang bayar. Menurut Saya itu modus penipuan dan tidak hanya terjadi di sini ya. Itu sudah terjadi di beberapa sekolah lain. Ya bagaimana lagi, karyawan atau satpam sekolah pasti akan membayar lebih dulu sebelum dimintakan ke kepala sekolahnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Mulyani M Noor berpesan kepada sekolah-sekolah lain untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi modus seperti itu. Agar karyawan atau satpam sekolah berkoordinasi dulu dengan kepala sekolah sebelum melakukan pembayaran paket yang dikirim melalui COD.

“Ya Saya berpesan untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi modus seperti itu ya. Karyawan atau satpam sekolah itu harus berkoordinasi dulu dengan kepala sekolahnya, terutama jika pengirimnya dari Mendikbud RI,” tegasnya.
(GIN_Budi )