Berita  

“Stop Bullying Drink Hanya Kabupaten Jember yang Melakukanya ?!”

GIN JATIM JEMBER
26/05/2024
Maraknya Bullying anak di berbagai daerah, mendorong Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur mengadakan Deklarasi Stop Bullying, di Kota Cinema Jember, pada hari Minggu pagi.

Kegiatan itu merupakan rangkaian dari Jatim Coffe and Trade Fest 2024, yang diselenggarakan
MAKI Jatim di Kabupaten Jember, sejak Kamis kemaren hingga Minggu pagi tadi .

Menurut Ketua MAKI Jatim, Heru Satrio menjelaskan bahwa Deklarasi itu didukung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,
dengan beragam rangkaian kegiatan, diantaranya Gerak Jalan Santai, yang diikuti oleh ratusan pesertanya.

“Deklarasi ini (Stop Bullying) hanya Jember yang sudah melakukannya. Baru pertama di jawa timur mungkin se Indonesia,” ujarnya kepada awak Media,

Namun, kata Heru, MAKI Jatim akan mendorong Deklarasi Stop Bullying hingga ke tingkat Provinsi se Jawa Timur.

“Kami sudah matur kepada Bunda Khofifah dan Pak Adi Karyono (PJ Gubernur Jatim) untuk mengadakan Deklarasi Stop Bullying di tingkat Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya

“Karena kami merasa nyaman dengan Pemerintah Kabupaten Jember yang care dengan banyak kepedulian, terhadap permasalahan ini,” pungkasnya

Bahkan Heru menyarankan agar Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, dapat melanjutkan untuk periode ke 2 dalam kepemimpinannya

“Apalagi simbol pak Bupati Jember, itu kan love.
Jadi kami berharap Bupati Jember tidak berganti dulu lah itu harapan terbesar kami,” pungkasnya,

Jika keburu berganti Bupati, kami kwatir akan berbeda nantiknya menurut Ketua MAKI Jatim ,pungkasnya

“Jadi Stop Bullying Stop Korupsi Drink Coffe dan lanjutkan Bapak Hendy untuk periode ke 2 sebagai Bupati Jember,” pungkasnya

Dengan deklarasi itu, kata Hendy akan mengajak warga Jember agar tidak mudah terprovokasi, dengan mudah menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.

Bullying, menurut Hendy, berisiko mengikis kepercayaan masyarakat, yang bisa berdampak pada sektor sektor ekonomi.

“Karenanya, kami mendukung Deklarasi ini, kalau perlu ada setiap tiga bulan sekali, agar masyarakat menjadi sadar,” ungkapnya

“Karenanya kalau memang ada kekurangan, bisa duduk bersama untuk saling memberikan masukan, agar menjadi perbaikan bersama,” untuk kita benahi

Menanggapi maraknya aksi bullying terhadap anak, Hendy menjelaskan dampaknya terhadap anak korban bullying sangat berbahaya.

“Ada banyak kasus, anak menjadi korban bullying yang sudah terlanjur menyebar di media sosial. Siapa yang bertanggung jawab memulihkan nama baiknya,
jika faktanya ternyata tidak seperti berita yang beredar akan berdampak sangat merugikan sekali.

Kami MAKI JATIM akan bergerak cepet cepetan dengan para pembeli, sehingga bisa menekan tingkat resiko terhadap korban bullying yang sangat merugikan selama ini,” pungkasnya
Pewarta maski